Minggu, 08 September 2013

WAHAI CALON IMAMKU , PENGUNCI HATIKU

Kau hadir mengisi kehidupanku. Kau ketuk pintu hatiku, yang membuatku enggan berpaling dan menjauh darimu. Kau hadirkan bunga-bunga asmara antara kita. Hingga sampai saat dimana ku tersadar, entah jalan apa yang sedang kulalui ini. Tanpa petunjuk mana yang benar dan mana yang salah.. karna semua masih nampak abu-abu, belum jelas ujung dari semua ini.

Wahai Calon Imamku Sang Pengunci Hatiku .

Jika engkau mengharapkan harta menggunung tinggi, aku pasti akan mengecewakanmu..
Jika engkau mengharapkan wajah secantik puteri, aku pasti akan mengecewakanmu..
Jika engkau mengharapkan layanan sebaik khadam, aku pasti akan mengecewakanmu..
Jika engkau mengharapkan teman yang setia di sisi, aku pasti akan mengecewakanmu..

Wahai Adam yang akan bertahta di hatiku sebagai Calon Imamku.
Adakah secercah harapan yang kau titipkan untukku
Adakah sekeping hati yang bisa aku singgahi
Adakah segenggam mimpi yang bisa kau simpan untukku..

Wahai Calon Imamku Sang Pengunci Hatiku.
Engkau terlalu indah untuk disakiti
Engkau terlalu berharga untuk dipermainkan
Engkau terlalu sempurna untuk dicampakkan.

Wahai Calon Imamku Sang Penuntun Hatiku.
Jadilah engkau bak mutiara dilautan
Yang selalu bersinar
Memancarkan cahayanya yang berkilauan
Walau engkau berada dalam lumpur yang paling dalam..

Wahai Calon Imamku Sang Pengunci Hatiku.
"Sudikah enkau Menjadikan Aku pilihanmu kerana ILLAHI
Karna Aku juga telah memilihmu kerana petunjuk RABBI"

Nikmatilah Percintaan antara Aku dan Kamu dgn caranya yg terindah...dengan cara yang halal....semata mata karna Allah..
Aamiin

Kamis, 05 September 2013

Gunung Itu Indah

Sekarang banyak teman yang sering bertanya kepadaku. Terkadang aku pun jenuh dengan pertanyaan itu.

"Kenapa lo suka nanjak gunung? Bukankah itu melelahkan? bukankah tak ada yg dihasilkan dari kegiatan itu? bukankah itu hanya membuang buang waktu?
Sebenarnya apa yang lo cari sih??"


Saat itu aku hanya tersenyum mendengarnya.
Dan jawaban ini pun ku utarakan.
"Tak ada yg saya cari?"


Dan mereka pun terus mendesak dengan lebih keras.
"Lantas??kenapa bisa menyukainya?"


Aku menghela nafas dan...
"Hemm..apa itu perlu jawaban?"


Teman saya hanya menganggukkan kepalanya


Dan ku jelaskan semuanya.
"Entahlah!! tapi bisa dibilang hal yg paling aku sukai adalah keheningannya.
Well yang jelas aku tak pernah berpikir dalam melakukannya, aku hanya melangkah mengikuti kata hati ku. Lelah itu pasti! Tak ada yang dihasilkan mungkin juga benar adanya. Membuang waktu?? ah aku rasa tidak.
Karena mendaki juga banyak mengajarkan ku tentang kehidupan. Bagaimana aku memijarkan semangat melawan rasa lelah, bagaimana menghargai sebuah kesederhanaan, bagaimana berbagi suka dan duka dengan teman seperjuangan, menghargai keindahan yang kita temui sepanjang perjalanan dan bertemu dengan sahabat yang tak pernah ku kenal sebelumnya.
Yah seperti sebuah kehidupan, terkadang kita hanya harus melangkah kedepan dan menghadapi segala tantangannya.
Anda tak perlu banyak bercerita, Gunung sudah menjabarkan kepribadian anda yang sesungguhnya. Karena di Gunung anda tak akan pernah bisa menyembunyikan topeng diri anda. Karena itulah, aku masih mencintai kegiatan ini"